Langsung ke konten utama

Dasar Kejadian Alam Semesta



Ini sebuah cerita yang saya dengar dari Teungku Penceramah, semoga tulisan ini tidak salah. 

Wajiblah kita tau kalau Nur Muhammad sudah duluan ALLAH ciptakan. ALLAH pertama menciptakan Nur Nabi Muhammad kemudian ALLAH menciptakan satu pohon nama pohon itu Sajratulyakin (pohon kayu taqwa ) kemudian ALLAH mengambil Nur Nabi Muhammad meletakkan di atas kayu itu. Sesudah itu ALLAH menciptakan sebuah cermin namanya cermin haya ( cermin malu ) pada waktu Nur Muhammad ALLAH letakkan cermin itu dilihat oleh Nur Muhammad dalam cermin, pada waktu Nur Muhammad melihat didalam cermin cukup indah dirinya Nur Muhammad hingga jatuhlah Nur Muhammad, pinsan puluhan tahun kemudian terbangun Nur Muhammad hingga sadar kembali waktu sudah sadar dari pinsan ALLAH memandang Nur Muhammad maka Nur Muhammad sjud kepada ALLAH 5 kali, itulah dasar kita wajib sembahyang sehari semalam 5 waktu. Kemudian dari itu ALLAH memandang lagi Nur Muhammad rupanya takutlah Nur Muhammad maka keluarlah  keringat Nur Muhammad 6 bintik.

Adapun 6 bintik itu yaitu :
1.       Bintik pertama untuk Saidina Abubakar
2.       Bintik ke dua untuk Saidina ‘Umar
3.       Bintik ke tiga untuk Saidina ‘Usman
4.       Bintik ke empat untuk Saidina ‘Ali
5.       Bintik ke lima maulwardi ( air bunga mawar yang cukup harum )
6.       Bintik ke enam ruzzun (nasi, maka waktu makan sunat membaca shalawat kepada Nabi ALLAHMMA SALLI ‘ALA MUHAMMAD dan akhiri dengan ALHAMDULILLAH )

Kemudian ALLAH memandang lagi Nur Muhammad maka keluarlah keringat cukup banyak.  Itulah dasarnya kejadian semua alam ini. Seandainya tiada Nur Muhammad sungguh tidak ada alam ini , ’Arasy dan Kurusi, Syurga, Neraka, langit, bumi termasuk kita manusia, Malaikat, jin dan semua yang ada di alam ini semua tidak ada. Itulah janji ALLAH untuk Nabi permulaan ( Nabi Muhammad ) tiada di jadikan alam ini melainkan untuk Nabi Muhammad Sallallahu’alaihiwasallam…..

Semoga tulisan ini ada manfaat buat kita semua…

Postingan populer dari blog ini

Taubat Tidak Hanya Di Lakukan Setelah Melakukan Dosa Besar

Itulah Mengapa Sebabnya rasululloh SAW bertaubat, dalam sehari sebanyak 100 X padahal beliau Ma'shum ( Bebas dari dosa) Menurut Imam Ghozali Tiga tingkatan taubat : 1.Taubatnya orang awam ialah taubat dari dosa dan maksiat. 2.Taubatnya orang khawas ialah taubat tidak karna melakukan dosa dan maksiat tetapi karna jarang atau lupa melakukan ketaatan yang bersifat sunah. 3.Taubatnya orang khawash al-khawas adalah taubat karena berkurangnya nilai khusyuk. Lebih umum lagi Menurut Syekh Abu Ishak Ibrahim al-Maabtuli dalam kitabnya, al-Minahu as-Saniyyah, menyebutkan bahwa taubat itu ada permulaan dan kesudahannya; taubat itu bertingkat-tingkat, ada awal dan ada puncaknya. Setidaknya ada sembilan tingkatan taubat menurut beliau. Yakni, (1) permulaan dari taubat adalah bertaubat dari dosa-dosa besar; (2) lalu bertaubat dari dosa-dosa kecil; (3) bertaubat dari perkara yang dibenci atau makruh; (4) bertaubat dari perkara yang menyimpang dari keutamaan; (5) bertaubat d...

Imam Junaid Al-Baghdadi

Junaid Al-Baghdadi, Ulama Sufi Yang Bertasauf Mengikuti Sunnah  Junaid Al-Baghdadi adalah seorang ulama sufi dan wali Allah yang paling menonjol namanya di kalangan ahli-ahli sufi. Tahun kelahiran Imam Junaid tidak dapat dipastikan. Tidak banyak dapat ditemui tahun kelahiran beliau pada biografi lainnya. Beliau adalah orang yang terawal menyusun dan memperbahaskan tentang ilmu tasauf dengan ijtihadnya. Banyak kitab-kitab yang menerangkan tentang ilmu tasauf berdasarkan kepada ijtihad Imam Junaid Al-Baghdadi. Imam Junaid adalah seorang ahli perniagaan yang berjaya. Beliau memiliki sebuah gedung perniagaan di kota Baghdad yang ramai pelanggannya. Sebagai seorang guru sufi, beliau tidaklah disibukkan dengan menguruskan perniagaannya sebagaimana sesetengah peniaga lain yang kaya raya di Baghdad. Waktu perniagaannya sering disingkatkan seketika kerana lebih mengutamakan pengajian anak-anak muridnya yang dahagakan ilmu pengetahuan. Apa yang mengkagumkan ialah Imam Junaid akan m...

Gara-gara Roti, Seorang Raja Menjadi Sufi

Kisah pertobatan Raja Balkh (Iran) Abu Ishaq Ibrahim bin Adham berawal dari keinginannya untuk berburu. Bersama kuda kesayangannya, Ibrahim menuju hutan dengan penuh gairah. Keadaan berlangsung normal hingga ketenangannya diusik oleh seekor gagak. Ibrahim sesungguhnya hanya ingin istirahat sejenak. Melepas lelah perjalanan sembari memakan roti. Sialnya, Ibrahim tak sempat mencicipi sedikit pun bekal bawaannya itu. Seekor gagak datang tiba-tiba menyambar roti, lalu membawanya terbang ke udara. Ibrahim yang kaget bercampur kagum itu memutuskan untuk mengikuti ke mana gagak pergi. Si burung hitam meluncur cepat ke arah gunung, hingga Raja Balkh nyaris saja tak menemukannya lagi. Tapi tekad Ibrahim bin Adham untuk menaklukkan segala rintangan gunung membuatnya tak kehilangan jejak. Tapi gagak tetaplah gagak. Jerih payah sang raja untuk mendekatinya mendapat penolakan. Sekali lagi, gagak mengudara, kabur menghilang entah ke mana. Di saat bersamaan, Ibrahim bin Adham men...