Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kisah

Minta Pelajaran Dari Pembantu Guru

Imam Hambali dengan segera menemui Imam Syafei begitu beliau mendengar Gurunya tsb berkunjung ke Bagdad kota tempat beliau tinggal. Lalu beliau mohon kepada Imam Syafei agar sudi memberikan waktu untuk beliau bisa menambah ilmu dari Sang Guru (Hal ini merupakan tradisi jaman dulu yg sangat elegan, meskipun sdh begitu tingginya ilmu Sang Murid, tetapi masih selalu menghormati gurunya dan tetap minta diberi pelajaran). Imam Syafei berkata: “Ha i Hambali, sebaiknya kamu minta pelajaran dulu dari pembantuku ini (seorang penggembala kambing) sebelum minta pelajaran kepadaku”. Beliau mencoba menawar agar dapat belajar langsung dari Sang Guru, namun Sang Guru mengulangi perkataannya. Sebagai seorang murid yg taat pada gurunya dia menuruti perintah Sang Guru meskipun ada yg mengganjal dihatinya. Apa sih hebatnya pembantu yg tukang angon ini, shg aku disuruh belajar dari dia?? Untuk mengetahui kedalaman ilmu Pembantu ini, Imam Hambalipun bertanya: “Wahai sdr, apa pendapatmu tentang seseor...

Kebaikan Seorang Khalifah untuk Mengurus Rakyatnya

Di sebuah rumah kecil, hidup seorang nenek buta yang memiliki seekor kambing, sebuah ember dan tikar yang sudah usang. Melihat keadaanya yang sangat menyedihkan, Umar bin Khattab berjanji kepadanya untuk datang setiap saat membantu membersihkan rumahnya, memeras susu kambing dan membawa makanan baginya. Satu hari sebagaimana biasa ia datang ke rumah nenek buta itu, tapi hari itu sangat berbeda dengan hari hari yang lain, ia mendapatkan rumahnya sudah rapi, bersih, susu kambing sudah diperas dan makanan sudah tersedia. Beliau sangat heran siapa gerangan yang datang kerumah nenek itu?. Hari berikutnya ia datang lagi ke rumahnya. Begitu pula ia dapatkan rumahnya sudah rapi, bersih, susu kambing sudah diperas dan makanan sudah tersedia. Timbul penasaran di hati Umar ra ingin cari tahu siapa gerangan yang datang membantu nenek tua tadi. Hari berikutnya ia datang ke rumah nenek buta pagi pagi sekali. Hari itu berbeda dengan hari biasanya, ia tidak masuk ke rumahnya, tetapi ia duduk di...

Semoga Kita Selalu Berbaik Sangka

Berikut sebuah kisah yang diterjemahkan yang mungkin kata – katanya disesuaikan untuk mudah dipahami. Dan diriwayatkan dari pada Ma’ruf Kurkhi, bahwa sesungguhnya beliau berkata : "Manakala meninggal Abu Yusuf yaitu sahabat Abu Hanifah, tidak ada dari seorang  manusia yang hadir mengurusi jenazahnya karena bahwa sesungguhnya beliau ada dalam urusan Sulthan ( pemerintah ), maka aku lihat akannya Abu Yusuf di dalam tidur sebelum beliau di kuburkan, maka aku berkata baginya : apa yang telah Allah perbuat dengan engkau? maka berkata beliau : telah diampuni aku oleh Rabbi, maka aku berkata dengan sebab apa? Berkata ianya Abu Yusuf, dengan sebab aku nasehati bagi muta’alimin, maka terkejut aku dari tidur, maka aku saksi jenazahnya." Diambil dari Kitab Muraqi ‘Ubudiyah Hal. 3 Cet. Haramain

Imam Junaid Al-Baghdadi

Junaid Al-Baghdadi, Ulama Sufi Yang Bertasauf Mengikuti Sunnah  Junaid Al-Baghdadi adalah seorang ulama sufi dan wali Allah yang paling menonjol namanya di kalangan ahli-ahli sufi. Tahun kelahiran Imam Junaid tidak dapat dipastikan. Tidak banyak dapat ditemui tahun kelahiran beliau pada biografi lainnya. Beliau adalah orang yang terawal menyusun dan memperbahaskan tentang ilmu tasauf dengan ijtihadnya. Banyak kitab-kitab yang menerangkan tentang ilmu tasauf berdasarkan kepada ijtihad Imam Junaid Al-Baghdadi. Imam Junaid adalah seorang ahli perniagaan yang berjaya. Beliau memiliki sebuah gedung perniagaan di kota Baghdad yang ramai pelanggannya. Sebagai seorang guru sufi, beliau tidaklah disibukkan dengan menguruskan perniagaannya sebagaimana sesetengah peniaga lain yang kaya raya di Baghdad. Waktu perniagaannya sering disingkatkan seketika kerana lebih mengutamakan pengajian anak-anak muridnya yang dahagakan ilmu pengetahuan. Apa yang mengkagumkan ialah Imam Junaid akan m...

Tamu Wali yang Diistimewakan Gus Dur

Jakarta, NU Online Sebagai tokoh yang dihormati dan dikagumi banyak orang, rumah Gus Dur tak pernah sepi dari kunjungan para tamu, baik dari warga NU, pejabat, politisi, wartawan dan sebagainya. Gus Dur menerima tamu-tamunya biasanya dengan pakaian non formal. Karena kondisi fisiknya yang sudah lemah, biasanya para tamu diajak mengobrol sambil tiduran. Nuruddin  Hidayat, salah satu santri Gus Dur suatu ketika merasa terheran-heran ketika ada tamu, Gus Dur minta untuk digantikan pakaiannya dengan kain sarung dan peci, seperti ketika mau sholat Idul Fitri. Seumur-umur ia belum pernah melihat Gus Dur seperti itu. Rombongan tamu tersebut sampai ditahan-tahan agar tidak masuk rumah dahulu, sampai Gus Dur dipinjami salah satu sarung milik santrinya agar bisa cepat berganti pakaian. Tamu, yang diketahuinya ternyata dari Aceh tersebut berpakaian sederhana, dekil, dan memakai celana seperti yang biasa dipakai oleh bakul dawet (penjual dawet). Tamu tersebut diantar oleh aktifitis...

Amaliyah Pada Akhir Dan Awal Tahun

Sebentar lagi tahun 1434 H akan berakhir dan tahun baru 1435 H akan datang. Kesempatan menjalani tahun baru berarti Allah masih memberikan nikmatNya berupa umur panjang yang merupakan satu nikmat yang wajib disyukuri. Cara mensyukuri nikmat Allah adalah dengan menggunakan nikmat tersebut pada tempat tujuan penciptaannya. Untuk mensyukuri nikmat umur yang Allah berikan maka kita harus menggunakan umur tersebut untuk beribadah kepada Allah. Maka di akhir tahun dan di awal tahun baru sangatlah dianjurkan untuk memperbanyak doa dan amalan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Berikut ini beberapa amalan yang kami kutip dari kitab para ulama yang dapat diamalkan dalam mengakhiri tahun ini dan menyambut tahun baru, semoga Allah mengampunkan dosa kita dalam tahun yang telah lalu dan Allah memberikan tahun kedepan sebagai tahun yang penuh rahmat dan jauh dari tipu daya syaithan, sehingga kita sempat menjalaninya dengan beribadah kepada Allah dengan niat yang ikhlas. Amiin Ya R...

Toleransi Hasan Bashri Bertetangga Nasrani

Kekaguman para sahabat dan murid-muridnya tak menggetarkan pribadi Hasan al-Bashri untuk tetap hidup penuh kesederhanaan. Di rumah susun yang tidak terlalu besar ia tinggal bersama istri tercinta. Di bagian atas adalah tempat tinggal seorang Nasrani. Kehidupan berumah tangga dan bertetangga mengalir tenang dan harmonis meski diliputi kekurangan menurut ukuran duniawi. Di dalam kamar Hasan al-Bashri selalu terlihat ember kecil penampung tetesan air dari atap kamarnya. Istrinya memang sengaja memasangnya atas permintaan Hasan al-Bashri agar tetesan tak meluber. Hasan al-Bashri rutin mengganti ember itu tiap kali penuh dan sesekali mengelap sisa percikan yang sempat membasahi ubin. Hasan al-Bashri tak pernah berniat memperbaiki atap itu. “Kita tak boleh mengusik tetangga,” dalihnya. Jika dirunut, atap kamar Hasan al-Bashri tak lain merupakan ubin kamar mandi seorang Nasrani, tetangganya. Karena ada kerusakan, air kencing dan kotoran merembes ke dalam kamar Sang Imam  tanp...

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak. Kemudian Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan alangkah baiknya kalau dia seperti aku!” Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan. Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang.” Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu bertanya padanya. “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri,...

Gara-gara Roti, Seorang Raja Menjadi Sufi

Kisah pertobatan Raja Balkh (Iran) Abu Ishaq Ibrahim bin Adham berawal dari keinginannya untuk berburu. Bersama kuda kesayangannya, Ibrahim menuju hutan dengan penuh gairah. Keadaan berlangsung normal hingga ketenangannya diusik oleh seekor gagak. Ibrahim sesungguhnya hanya ingin istirahat sejenak. Melepas lelah perjalanan sembari memakan roti. Sialnya, Ibrahim tak sempat mencicipi sedikit pun bekal bawaannya itu. Seekor gagak datang tiba-tiba menyambar roti, lalu membawanya terbang ke udara. Ibrahim yang kaget bercampur kagum itu memutuskan untuk mengikuti ke mana gagak pergi. Si burung hitam meluncur cepat ke arah gunung, hingga Raja Balkh nyaris saja tak menemukannya lagi. Tapi tekad Ibrahim bin Adham untuk menaklukkan segala rintangan gunung membuatnya tak kehilangan jejak. Tapi gagak tetaplah gagak. Jerih payah sang raja untuk mendekatinya mendapat penolakan. Sekali lagi, gagak mengudara, kabur menghilang entah ke mana. Di saat bersamaan, Ibrahim bin Adham men...

Dausa Orang Minum Minuman Yang Memabukkan

Ini sebuah kisah di masa jaman duhulu. Ada seorang yang ‘Alim ( Shaleh ) sedang dalam perjalanan, tiba-tiba di tengah perjalanan melihat beberapa orang wanita sedang menangis. Kemudian orang ‘Alim itu pergi ke tempat mereka dan bertanya : kenapa engkau menangis begitu ya ukhti. Maka mereka menjawab : kenapa tidak kami menangis, saudara kami ini sedang sakratul maut tapi sudah menyuruh mengucap tapi dia tidak mau mengucap. Maka orang ‘Alim itu mendekati orang yang lagi sakratul maut itu dan Beliau menyuruh mengucap kepada orang tersebut, tapi orang tersebut tidak mau mengucap Kalimah Syahadat, kemudian orang ‘Alim itu membuka mata orang yang sedang sakratul maut itu ternyata dia mengucapkan kalimah kafir. Na’udhubillahiminzalik……:’( Maka orang ‘Alim itu memanggil sanak saudaranya dan menanyakan hal orang itu : apa amal yang telah dia lakukan sampai dia tidak mau mengucap Kalimah Syahadat. Maka sanak saudara menjawab : tidak kami tau amal yang dia lakukan semasa dia masih hi...