Langsung ke konten utama

Dausa Orang Minum Minuman Yang Memabukkan

Ini sebuah kisah di masa jaman duhulu.

Ada seorang yang ‘Alim ( Shaleh ) sedang dalam perjalanan, tiba-tiba di tengah perjalanan melihat beberapa orang wanita sedang menangis. Kemudian orang ‘Alim itu pergi ke tempat mereka dan bertanya : kenapa engkau menangis begitu ya ukhti. Maka mereka menjawab : kenapa tidak kami menangis, saudara kami ini sedang sakratul maut tapi sudah menyuruh mengucap tapi dia tidak mau mengucap. Maka orang ‘Alim itu mendekati orang yang lagi sakratul maut itu dan Beliau menyuruh mengucap kepada orang tersebut, tapi orang tersebut tidak mau mengucap Kalimah Syahadat, kemudian orang ‘Alim itu membuka mata orang yang sedang sakratul maut itu ternyata dia mengucapkan kalimah kafir. Na’udhubillahiminzalik……:’(

Maka orang ‘Alim itu memanggil sanak saudaranya dan menanyakan hal orang itu : apa amal yang telah dia lakukan sampai dia tidak mau mengucap Kalimah Syahadat. Maka sanak saudara menjawab : tidak kami tau amal yang dia lakukan semasa dia masih hidup cuma yang ada minum arak dan tuak ( air yang memabukkan )… Mendengar itu yang sanak saudaranya jawab maka oring ‘Alim itu berpesan kepada sanak saudaranya agar dia jangan dikuburkan di tempat orang Islam dan jangan di Shalatkan…

ASTAQFIRULLAHAL’ADHIM… Begitu besar dausanya orang minum minuman yang memabukkan…
Maka jauhilah minuman yang memabukkan….. Semoga kita tidak termasuk kedalam golongan orang yang mati kafir…. Aamiiinn YA RABBAL’ALAMIN…:’(

Postingan populer dari blog ini

Niat Belajar

Sabda Rasulullah SAW : اِنَّمَاالْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَاِنَّمَالِكُلِّ امْرِئٍ مَانَوى Maksudnya : “ Sungguhnya segala amal itu disertakan dengan niat, dan sungguhnya balasan yang diberi Allah kepada seorang itu adalah menurut niat hatinya  ”. Dan berkata Imam ibnu Athaillah السكندري Rahimahullah : الْاَعْمَالُ صُوَرٌقَائِمَةٌ وَرُوْحُهَاوُجُوْدُالاخلَاصِ فِيْهَا “ Segala pekerjaan itu lukisan patung, dan nyawanya ialah niat ikhlas ”. Adapun arti ikhlas ialah mengerjakan sesuatu karena Allah. Dan kalau dikerjakan sesuatu sebab harap pujian dari manusia disebut ria. Dan dilarang beramal dengan ria dan tak akan diberi Allah pahala. Maka dalam engkau menuntut ilmu, tujukanlah dalam hatimu bahwasanya engkau belajar itu adalah karena menjunjung perintah Allah dan Rasul-Nya, dan agar kejahilan hilang dari padamu karena jahil dalam ilmu agama adalah jalan kecelakaan. Demikian pula kalau engkau telah berilmu untuk mengajari orang lain pula sebab menunjuki seseorang kep...

Bait Naat Nabi

نَعَـــتْ نَــبِيْ لَــمْ يـَحــْـتَلِـمْ قَـطُّ طَـهَ مُــطْلَــقًا أَبَــدًا Nabi han tom Neumeulumpoe malam uroe selama - lama وَمَـا تَـثَـائَبَ أَصْــلًافِى مَــدَى الزَّمَـانِ Meuseumeungep Nabi pih tan nibak jameun sipanjang masa مِـــنْهُ الدَّوَابُ فَـلَمْ تَهْرُبْ وَمَا وَقَـعَـتْ Binatang kleut han tom jiplueng dimeutemeng ngen Saidina ذُبَــابَــةُ أَبَـدًا فِـى جِــسْــمِـهِ الْحَــسَــنِ Lalat nyamok pih han tom roh nibak tuboh yang mulia بِــــخَـــلْــفِـهِ كَــأَمَــامِ رُؤْيَـــةٌ ثَــبَـتَـتْ Keu ngon likot deuh Neukalen hana teusom bak Saidina وَلَا يُــرَى أَثْــرُ بَـوْلٍ مــِنْـهُ فِـى عَـلَـنِ Neutoh iek ek bekasan tan wajeb taulan tapeucaya وَقَـلْـبُـهُ لَـمْ يَـنَـمْ وَالْـعَـيْـنُ قَـدْ نَـعَـسَـتْ Hate Nabi hantom teunget nyang na teupet dua mata وَلَا يُـرَى ظِـلُّـهُ فِى الشَّـمْشِ ذُوْا فَـطَـنِ Watee Neujak dalam uroe hireun laloe ta kalen rupa كَــتْـفَـاهُ قَـدْ عَــلَـتَـا قَــوْمًـا إِذَا جَـلَـسُـوْا Watee Neudu...