Langsung ke konten utama

Ilmu Tanpa Di Amalkan Seperti Pohon Yang Tak Berbuah


* بسم الله الرحمن الرحيم *                  
* من يرد الله به خيرا يفقهه فى الدين *            
                                                 “ MAN YURIDILLAHU BIHI KHAIRAN YUFAQQIHHU FIDDIN “
Bermula si man yang Neukehendak oleh ALLAH dengannya man akan kebaikan niscaya Neubi meuphom ianya ALLAH akannya man dalam agama.

Hidup  di dunia ini hanyalah sebentar, di ibaratkan hidup ini seperti orang musafir di padang kemudian bertemu sebuah pohon untuk berteduh, di bawah pohon itulah semua persiapan yang ingin disiapkan untuk menuju perjalan ke depan yang akan tiba. Pohon itulah dunia dan persiapannya harus di persiapkan di dalam dunia ini yaitu dengan memperbanyak amal ibadah kepada ALLAH untuk mendapatkan kemenangan di akhirat nanti. Berapa banyakkah amal yang telah kita kerjakan?

Adakah kita melihat berapa banyak sudah nikmat yang telah ALLAH berikan kepada kita, sungguh tak ada bandingan dengan amal yang telah kita perbuat.

Saya pernah mendengar suatu cerita, amal ibadah Saidina Abubakar  R.A. kalau di bandingkan dengan isi dunia ini masih banyak amal ibadah Saidina Abubakar. Subhanallah begitu banyak amal beliau.

Maka mendengar ibadah beliau saya sangat terharu dan ingin berbuat amal kebaikan di setiap detik, tapi saya sadari semua tidaklah mudah di karenakan banyak godaan. Saya sadar bahwa banyak sudah amal buruk yang telah saya kerjakan sampai saat detik ini. InsyaALLAH mulai sekarang saya berusaha untuk bertaubat, dan saya sangat berharap kepada ALLAH semoga amal buruk itu terhapus, Aamiiin…:’(

Sungguh bahagialah kalian wahai teman saya yang telah mau belajar di dayah/pesantren yang jauh dengan tempat tinggal kalian. Kalian tidak peduli lagi masalah dunia, padahal saya sangat ingin tapi saya belum sanggup, semoga ALLAH memberi hidayah untuk saya, Aamiiin….:’(

Dunia ini bukanlah tempat untuk bersenang bagi umat Islam, Karena akhiratlah tempat yang abadi. Percayalah hari akhirat itu ada, sebagaimana kehidupan yang dulu sebelum kita lahir ke dunia, kita ada kehidupan alam roh. Kemudian kita lahir ke dunia seperti saat ini, suatu saat kita pasti bertemu dengan mati (lihatlah orang-orang yang dulu ada dan sekarang sudah tidak ada) yang dengan mati itu kita akan memasuki alam kubur. Di dalam kubur itulah kita menunggu hari kiamat yaitu hari dibangkitnya segala makhluk dan disitu kita mendapat keadilan dari ALLAH karena ALLAH Maha Menghukum. Semoga kita semua mendapat kemenangan, Aamiiin….:’(

Semoga tulisan ini mendapat manfaat bagi saya sendiri dan bagi semua….

Saya ini bukanlah orang yang pandai, tapi saya hanyalah seorang hamba hina dina yang sangat haus dengan cinta kepada ILAHI. Saya sadari tulisan ini banyak kekurangan karena itu semua keterbatasan ilmu saya, dan saya ingin selalu mencari ilmu walaupun hanya sedikit waktu. Semua ini bukanlah apa-apa bagi saya, saya hanya ingin selalu mendapat Ridha dari ALLAH... Aamiiin YA RABBAL’ALAMIN…:’(

Postingan populer dari blog ini

Taubat Tidak Hanya Di Lakukan Setelah Melakukan Dosa Besar

Itulah Mengapa Sebabnya rasululloh SAW bertaubat, dalam sehari sebanyak 100 X padahal beliau Ma'shum ( Bebas dari dosa) Menurut Imam Ghozali Tiga tingkatan taubat : 1.Taubatnya orang awam ialah taubat dari dosa dan maksiat. 2.Taubatnya orang khawas ialah taubat tidak karna melakukan dosa dan maksiat tetapi karna jarang atau lupa melakukan ketaatan yang bersifat sunah. 3.Taubatnya orang khawash al-khawas adalah taubat karena berkurangnya nilai khusyuk. Lebih umum lagi Menurut Syekh Abu Ishak Ibrahim al-Maabtuli dalam kitabnya, al-Minahu as-Saniyyah, menyebutkan bahwa taubat itu ada permulaan dan kesudahannya; taubat itu bertingkat-tingkat, ada awal dan ada puncaknya. Setidaknya ada sembilan tingkatan taubat menurut beliau. Yakni, (1) permulaan dari taubat adalah bertaubat dari dosa-dosa besar; (2) lalu bertaubat dari dosa-dosa kecil; (3) bertaubat dari perkara yang dibenci atau makruh; (4) bertaubat dari perkara yang menyimpang dari keutamaan; (5) bertaubat d...

Imam Junaid Al-Baghdadi

Junaid Al-Baghdadi, Ulama Sufi Yang Bertasauf Mengikuti Sunnah  Junaid Al-Baghdadi adalah seorang ulama sufi dan wali Allah yang paling menonjol namanya di kalangan ahli-ahli sufi. Tahun kelahiran Imam Junaid tidak dapat dipastikan. Tidak banyak dapat ditemui tahun kelahiran beliau pada biografi lainnya. Beliau adalah orang yang terawal menyusun dan memperbahaskan tentang ilmu tasauf dengan ijtihadnya. Banyak kitab-kitab yang menerangkan tentang ilmu tasauf berdasarkan kepada ijtihad Imam Junaid Al-Baghdadi. Imam Junaid adalah seorang ahli perniagaan yang berjaya. Beliau memiliki sebuah gedung perniagaan di kota Baghdad yang ramai pelanggannya. Sebagai seorang guru sufi, beliau tidaklah disibukkan dengan menguruskan perniagaannya sebagaimana sesetengah peniaga lain yang kaya raya di Baghdad. Waktu perniagaannya sering disingkatkan seketika kerana lebih mengutamakan pengajian anak-anak muridnya yang dahagakan ilmu pengetahuan. Apa yang mengkagumkan ialah Imam Junaid akan m...

Gara-gara Roti, Seorang Raja Menjadi Sufi

Kisah pertobatan Raja Balkh (Iran) Abu Ishaq Ibrahim bin Adham berawal dari keinginannya untuk berburu. Bersama kuda kesayangannya, Ibrahim menuju hutan dengan penuh gairah. Keadaan berlangsung normal hingga ketenangannya diusik oleh seekor gagak. Ibrahim sesungguhnya hanya ingin istirahat sejenak. Melepas lelah perjalanan sembari memakan roti. Sialnya, Ibrahim tak sempat mencicipi sedikit pun bekal bawaannya itu. Seekor gagak datang tiba-tiba menyambar roti, lalu membawanya terbang ke udara. Ibrahim yang kaget bercampur kagum itu memutuskan untuk mengikuti ke mana gagak pergi. Si burung hitam meluncur cepat ke arah gunung, hingga Raja Balkh nyaris saja tak menemukannya lagi. Tapi tekad Ibrahim bin Adham untuk menaklukkan segala rintangan gunung membuatnya tak kehilangan jejak. Tapi gagak tetaplah gagak. Jerih payah sang raja untuk mendekatinya mendapat penolakan. Sekali lagi, gagak mengudara, kabur menghilang entah ke mana. Di saat bersamaan, Ibrahim bin Adham men...