Langsung ke konten utama

Penyesalan Selalu Datang Di Akhir



Sebuah isi hati seorang manusia  yang sudah merasakan yang namanya penyesalan. 

“ Dulunya saya pikir saya tidak menyesal kalau ini jalan yang aku pilih, tetapi ngak seperti yang saya kira, semua berbeda yang ada dipikiran saya. Saya yang sudah memasuki umur ke – 22 dan hampir memasuki 23 sudah terasa menyesal, karena dulunya saya ingin kuliah dan ingin jadi orang sukses tetapi sesudah tamat kuliah saya berubah pikiran untuk tidak ingin menjadi orang yang sukses di dunia saja, tapi keinginan saya untuk memikirkan kehidupan akhirat yaitu saya ingin pergi mengaji di dayah/pesantren yang jauh dengan kampung untuk mempelajari ilmu yang bermanfaat di akhirat nanti. Mengingat orang tua yang telah mengeluarkan banyak uang untuk membayar uang kuliah saya jadi sedih,…:’(    coba kalau saya ngak kuliah kan ngak habis banyak uang segitu. Saya ingin sekali membalas jasa orang tua saya, tapi itu sangat susah bagi saya karena itu pun ngak akan sanggup saya balas melainkan ALLAH yang sanggup membalas semua kebaikan mereka. Ketika mengingat teman yang sudah tinggal di dayah/pesantren dan sudah pandai, saya jadi ingin lebih dari mereka. Semoga keinginan ini tercapai di waktu muda ini. InsyaALLAH saya akan mendapatkan keinginan itu….  Aamiiin YA RABBAL’ALAMIN… “ :’(

Itulah sebuah isi hati seorang manusia, semoga kita tidak merasakan lagi penyesalan di akhir…. Aamiiin…:’(

                                                                                                                                    11 Juni 2012

Postingan populer dari blog ini

Taubat Tidak Hanya Di Lakukan Setelah Melakukan Dosa Besar

Itulah Mengapa Sebabnya rasululloh SAW bertaubat, dalam sehari sebanyak 100 X padahal beliau Ma'shum ( Bebas dari dosa) Menurut Imam Ghozali Tiga tingkatan taubat : 1.Taubatnya orang awam ialah taubat dari dosa dan maksiat. 2.Taubatnya orang khawas ialah taubat tidak karna melakukan dosa dan maksiat tetapi karna jarang atau lupa melakukan ketaatan yang bersifat sunah. 3.Taubatnya orang khawash al-khawas adalah taubat karena berkurangnya nilai khusyuk. Lebih umum lagi Menurut Syekh Abu Ishak Ibrahim al-Maabtuli dalam kitabnya, al-Minahu as-Saniyyah, menyebutkan bahwa taubat itu ada permulaan dan kesudahannya; taubat itu bertingkat-tingkat, ada awal dan ada puncaknya. Setidaknya ada sembilan tingkatan taubat menurut beliau. Yakni, (1) permulaan dari taubat adalah bertaubat dari dosa-dosa besar; (2) lalu bertaubat dari dosa-dosa kecil; (3) bertaubat dari perkara yang dibenci atau makruh; (4) bertaubat dari perkara yang menyimpang dari keutamaan; (5) bertaubat d...

Imam Junaid Al-Baghdadi

Junaid Al-Baghdadi, Ulama Sufi Yang Bertasauf Mengikuti Sunnah  Junaid Al-Baghdadi adalah seorang ulama sufi dan wali Allah yang paling menonjol namanya di kalangan ahli-ahli sufi. Tahun kelahiran Imam Junaid tidak dapat dipastikan. Tidak banyak dapat ditemui tahun kelahiran beliau pada biografi lainnya. Beliau adalah orang yang terawal menyusun dan memperbahaskan tentang ilmu tasauf dengan ijtihadnya. Banyak kitab-kitab yang menerangkan tentang ilmu tasauf berdasarkan kepada ijtihad Imam Junaid Al-Baghdadi. Imam Junaid adalah seorang ahli perniagaan yang berjaya. Beliau memiliki sebuah gedung perniagaan di kota Baghdad yang ramai pelanggannya. Sebagai seorang guru sufi, beliau tidaklah disibukkan dengan menguruskan perniagaannya sebagaimana sesetengah peniaga lain yang kaya raya di Baghdad. Waktu perniagaannya sering disingkatkan seketika kerana lebih mengutamakan pengajian anak-anak muridnya yang dahagakan ilmu pengetahuan. Apa yang mengkagumkan ialah Imam Junaid akan m...

Gara-gara Roti, Seorang Raja Menjadi Sufi

Kisah pertobatan Raja Balkh (Iran) Abu Ishaq Ibrahim bin Adham berawal dari keinginannya untuk berburu. Bersama kuda kesayangannya, Ibrahim menuju hutan dengan penuh gairah. Keadaan berlangsung normal hingga ketenangannya diusik oleh seekor gagak. Ibrahim sesungguhnya hanya ingin istirahat sejenak. Melepas lelah perjalanan sembari memakan roti. Sialnya, Ibrahim tak sempat mencicipi sedikit pun bekal bawaannya itu. Seekor gagak datang tiba-tiba menyambar roti, lalu membawanya terbang ke udara. Ibrahim yang kaget bercampur kagum itu memutuskan untuk mengikuti ke mana gagak pergi. Si burung hitam meluncur cepat ke arah gunung, hingga Raja Balkh nyaris saja tak menemukannya lagi. Tapi tekad Ibrahim bin Adham untuk menaklukkan segala rintangan gunung membuatnya tak kehilangan jejak. Tapi gagak tetaplah gagak. Jerih payah sang raja untuk mendekatinya mendapat penolakan. Sekali lagi, gagak mengudara, kabur menghilang entah ke mana. Di saat bersamaan, Ibrahim bin Adham men...