Langsung ke konten utama

Berbakti Kepada Ibu Bapak

Firman Allah dalam Al – Qur’an :
وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا
Maksudnya : “ dan berbaktilah kamu terhadap ibu bapak kamu ”.
Dimasa hidup Nabi Muhammad SAW, telah datang kepadanya seorang laki - laki meminta ikut berperang, Nabi bertanya kepadanya masih hidupkah ibu bapakmu?
Iya, jawab laki – laki itu. Maka Rasul berkata : pergilah berbakti kepada keduanya!
Ketahuilah hai saudara! Adalah ta’at kepada ibu bapak itu wajib selama keduanya tidak menyuruh kepada yang dilarang Allah.
Bagaimanakah jalan – jalan ta’at kepada ibu bapak itu?
Adalah amat banyak. Sebahagiannya, ialah : duduk bersopan dihadapan mereka, dan terlebih dahulu meminta izin kalau hendak melewati keduanya, dan balaslah kata – kata mereka dengan perkataan yang lemah – lembut.
Firman Allah dalam Al – Qur’an :
وَقُلْ لَهُمَاقَوْلًاكَرِيْمًا
Maksudnya : “ dan bertuturlah engkau dengan kata – kata yang baik terhadap ibu bapakmu ”.
Maka jangan sekali – kali engkau menjawab perkataan mereka itu dengan kasar dan bermuka masam, karena itu dikatakan mendurhaka, dan selalu ingati budi baik dari ibu bapakmu  itu, terlebih – lebih ibumu yang bersusah payah melahirkan engkau dan memeliharamu hingga besar.
Maka doakanlah ibu bapakmu setiap waktu, istimewa sehabis sembahyang, seperti :
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَلْمُؤْمِنَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
“ Ya Tuhanku, ampunilah aku dan ibu bapakku dan berilah keduanya rahmat sebagaimana keduanya telah memeliharaku sejak kecil, dan berilah keampunan terhadap orang – orang yang beriman laki – laki dan perempuan dengan karuniamu Ya Tuhan Yang Maha Penyayang ”.
Dan jangan sekali – kali engkau menyakitkan hati ibu bapak itu karena Allah berfirman dalam Al – Qur’an :
وَلَاتَقُلْ لَهُمَا اُفٍّ وَلَاتَنْهَرْهُمَا
“ Dan jangan mengatakan “ ah ” kepada keduanya, dan jangan engkau membentak keduanya ”.


Maka sangat dilarang memaki dan memukul mereka karena yang demikian adalah perbuatan durhaka, dan tiap – tiap orang mendurhaka itu akan mengalami kesusahan dunia akhirat. Dan di zaman yang telah lalu ada seorang bernama كنتن telah rusak binasa sebab durhaka kepada ibunya. Maka ta’atilah benar – benar ibu bapak itu, engkau akan berbahagia dunia akhirat.
وَاللهُ اَعْلَمُ

Sumber : Kitab Pelajaran Akhlak
Karangan : الحاج عدنان يحي لوبس

Postingan populer dari blog ini

Imam Junaid Al-Baghdadi

Junaid Al-Baghdadi, Ulama Sufi Yang Bertasauf Mengikuti Sunnah  Junaid Al-Baghdadi adalah seorang ulama sufi dan wali Allah yang paling menonjol namanya di kalangan ahli-ahli sufi. Tahun kelahiran Imam Junaid tidak dapat dipastikan. Tidak banyak dapat ditemui tahun kelahiran beliau pada biografi lainnya. Beliau adalah orang yang terawal menyusun dan memperbahaskan tentang ilmu tasauf dengan ijtihadnya. Banyak kitab-kitab yang menerangkan tentang ilmu tasauf berdasarkan kepada ijtihad Imam Junaid Al-Baghdadi. Imam Junaid adalah seorang ahli perniagaan yang berjaya. Beliau memiliki sebuah gedung perniagaan di kota Baghdad yang ramai pelanggannya. Sebagai seorang guru sufi, beliau tidaklah disibukkan dengan menguruskan perniagaannya sebagaimana sesetengah peniaga lain yang kaya raya di Baghdad. Waktu perniagaannya sering disingkatkan seketika kerana lebih mengutamakan pengajian anak-anak muridnya yang dahagakan ilmu pengetahuan. Apa yang mengkagumkan ialah Imam Junaid akan m...

Gara-gara Roti, Seorang Raja Menjadi Sufi

Kisah pertobatan Raja Balkh (Iran) Abu Ishaq Ibrahim bin Adham berawal dari keinginannya untuk berburu. Bersama kuda kesayangannya, Ibrahim menuju hutan dengan penuh gairah. Keadaan berlangsung normal hingga ketenangannya diusik oleh seekor gagak. Ibrahim sesungguhnya hanya ingin istirahat sejenak. Melepas lelah perjalanan sembari memakan roti. Sialnya, Ibrahim tak sempat mencicipi sedikit pun bekal bawaannya itu. Seekor gagak datang tiba-tiba menyambar roti, lalu membawanya terbang ke udara. Ibrahim yang kaget bercampur kagum itu memutuskan untuk mengikuti ke mana gagak pergi. Si burung hitam meluncur cepat ke arah gunung, hingga Raja Balkh nyaris saja tak menemukannya lagi. Tapi tekad Ibrahim bin Adham untuk menaklukkan segala rintangan gunung membuatnya tak kehilangan jejak. Tapi gagak tetaplah gagak. Jerih payah sang raja untuk mendekatinya mendapat penolakan. Sekali lagi, gagak mengudara, kabur menghilang entah ke mana. Di saat bersamaan, Ibrahim bin Adham men...