Langsung ke konten utama

Kemulian Ilmu


Firman Allah :
هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَايَعْلَمُوْنَ
Maksudnya : “ Tidak sekali – kali serupa orang yang berilmu dan yang tak berilmu ”.
Dan firman Allah :
يَرْفَع اللهُ الَّذِيْنَ امَنُوْامِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوْاالْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Maksudnya : “ Allah menginginkan pangkat – pangkat orang yang beriman dan orang yang berilmu ”.
Dan telah bersabda Nabi Muhammad SAW :
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
Maksudnya : “ Menuntut ilmu itu adalah satu kewajiban atas tiap – tiap orang islam laki – laki dan perempuan ”.
Ketahuilah hai saudara yang bersungguh – sungguh bahwa ilmu itu adalah perbendaharaan yang tak akan rusak – rusak dan binasa, dan dengan ilmu itu engkau mengetahui kewajiban – kewajibanmu kepada Allah dan Rasul-Nya Nabi Muhammad SAW, dan kewajiban terhadap sesama manusia. Yang demikian itu akan membawamu kepada keridhaan Allah dan Rasul-Nya dan kepada kesalamatan dunia akhirat.
Dan telah berkata Imam Syafi’I, Muhammad bin Idris Rahimahullah :
مَنْ اَرَادَ الدُّنْيَافَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَالآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِلْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَهُمَامَعًافَعَلَيْهِ بِلْعِلْمِ
Maksudnya : “ Siapa – siapa yang mau kemulian dunia ia mesti belajar, dan siapa – siapa yang mau kemulian akhirat mestilah ia menuntut ilmu, dan siapa – siapa yang mau mulia di dunia dan akhirat mestilah ia menuntut ilmu ”.
Dan beliau berkata pula :
مَنْ لَايُحِبُّ الْعِلْمَ فَلَاخَيْرَفِيْهِ
“ Siapa – siapa yang tak suka kepada ilmu agama, sekali – kali tak ada bahagia padanya ”.
Dan berkata pula Saidina Ali Karamallahu Wajhah :
الْعِلْمُ يَحْرُسُكَ وَالْمَالُ تَحْرُسُهُ
Maksudnya : “ Ilmu itu menjaga engkau, dan harta itu engkau menjaganya ”.
Maka tuntutlah ilmu itu sebelum hilang dari dunia ini, sebab ia akan habis dengan meninggalnya orang – orang ‘alim.
Sabda Rasulullah SAW :
مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ اَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ
Maksudnya : “ Adalah sebahagian tanda kiamat terangkat ilmu dari muka bumi ini ”. Dan Al – Qur’an juga akan diangkat waktu hampir kiamat.
Maka pelajari ilmu tauhid agar bersih ‘itiqatmu kepada Allah, dan pelajari ilmu fiqah agar sah ibadatmu, dan demikian pula ilmu nahwu, sharaf, loghat, dan balaghah agar mudah engkau mempelajari ilmu tafsir dan hadist. Dan dengan demikian dapat engkau membaca kitab – kitab ‘Ulama dan baik pahammu. Dan pelajarilah ilmu kedoktoran agar engkau dapat menolong orang sakit, dan ilmu bertukang dan lainnya.
وَاللهُ اَعْلَمُ

Sumber : Kitab Pelajaran Akhlak
Karangan : الحاج عدنان يحي لوبس

Postingan populer dari blog ini

Niat Belajar

Sabda Rasulullah SAW : اِنَّمَاالْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَاِنَّمَالِكُلِّ امْرِئٍ مَانَوى Maksudnya : “ Sungguhnya segala amal itu disertakan dengan niat, dan sungguhnya balasan yang diberi Allah kepada seorang itu adalah menurut niat hatinya  ”. Dan berkata Imam ibnu Athaillah السكندري Rahimahullah : الْاَعْمَالُ صُوَرٌقَائِمَةٌ وَرُوْحُهَاوُجُوْدُالاخلَاصِ فِيْهَا “ Segala pekerjaan itu lukisan patung, dan nyawanya ialah niat ikhlas ”. Adapun arti ikhlas ialah mengerjakan sesuatu karena Allah. Dan kalau dikerjakan sesuatu sebab harap pujian dari manusia disebut ria. Dan dilarang beramal dengan ria dan tak akan diberi Allah pahala. Maka dalam engkau menuntut ilmu, tujukanlah dalam hatimu bahwasanya engkau belajar itu adalah karena menjunjung perintah Allah dan Rasul-Nya, dan agar kejahilan hilang dari padamu karena jahil dalam ilmu agama adalah jalan kecelakaan. Demikian pula kalau engkau telah berilmu untuk mengajari orang lain pula sebab menunjuki seseorang kep...

Bait Naat Nabi

نَعَـــتْ نَــبِيْ لَــمْ يـَحــْـتَلِـمْ قَـطُّ طَـهَ مُــطْلَــقًا أَبَــدًا Nabi han tom Neumeulumpoe malam uroe selama - lama وَمَـا تَـثَـائَبَ أَصْــلًافِى مَــدَى الزَّمَـانِ Meuseumeungep Nabi pih tan nibak jameun sipanjang masa مِـــنْهُ الدَّوَابُ فَـلَمْ تَهْرُبْ وَمَا وَقَـعَـتْ Binatang kleut han tom jiplueng dimeutemeng ngen Saidina ذُبَــابَــةُ أَبَـدًا فِـى جِــسْــمِـهِ الْحَــسَــنِ Lalat nyamok pih han tom roh nibak tuboh yang mulia بِــــخَـــلْــفِـهِ كَــأَمَــامِ رُؤْيَـــةٌ ثَــبَـتَـتْ Keu ngon likot deuh Neukalen hana teusom bak Saidina وَلَا يُــرَى أَثْــرُ بَـوْلٍ مــِنْـهُ فِـى عَـلَـنِ Neutoh iek ek bekasan tan wajeb taulan tapeucaya وَقَـلْـبُـهُ لَـمْ يَـنَـمْ وَالْـعَـيْـنُ قَـدْ نَـعَـسَـتْ Hate Nabi hantom teunget nyang na teupet dua mata وَلَا يُـرَى ظِـلُّـهُ فِى الشَّـمْشِ ذُوْا فَـطَـنِ Watee Neujak dalam uroe hireun laloe ta kalen rupa كَــتْـفَـاهُ قَـدْ عَــلَـتَـا قَــوْمًـا إِذَا جَـلَـسُـوْا Watee Neudu...