Langsung ke konten utama

Kesopanan Murid Terhadap Guru

Telah berkata Saidina Ali Karamallahu Wajhah :
اَنَاعَبْدُ مَنْ عَلَّمَنِيْ حَرْفًا
Maksudnya : “ Aku adalah seperti hamba bagi yang mengajari aku satu huruf ”.
Ketahuilah hai murid, bahwa guru engkau itu adalah mendidik engkau dan membersihkan jiwamu, dan mengajari engkau ilmu pengetahuan untuk keselamatan dunia akhirat. Maka telah menjadi wajib engkau memuliakannya dan menghormatinya.
Adalah adab – adab murid terhadap guru sangat banyak, sebahagian dari padanya ialah memberi salam waktu berjumpa, dan duduk bersopan dihadapannya, dan jawab perkataanya dengan sopan dan dengarkan benar – benar pelajaran yang diterangkan, dan jangan sekali – kali engkau bermain – main waktu guru memberi pelajaran dan jangan engkau ucapkan kata – kata yang kasar terhadap guru, dan kalau engkau dimarahi guru haruslah engkau terima dengan baik karena ingatlah bahwa gurumu itu hanya bermaksud untuk kebaikanmu.
Di tanah Mekkah pernah terjadi seorang murid menembak gurunya dengan takdir Allah berhilanglah ilmu yang banyak dari dadanya.
Dan do’akan guru setiap hari seperti :
رَبِّ اغْفِرْلِمَشَايِخِيْنَاوَرْحَمْهُمْ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
“ Ya Tuhanku ampunilah dan berilah guru – guruku rahmat Ya Tuhan Yang Maha Pengasih ”.
Maka hormatilah guru engkau agar engkau mendapat kebahagian dunia akhirat.
وَاللهُ اَعْلَمُ
Sumber : Kitab Pelajaran Akhlak
Karangan : الحاج عدنان يحي لوبس

Postingan populer dari blog ini

Niat Belajar

Sabda Rasulullah SAW : اِنَّمَاالْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَاِنَّمَالِكُلِّ امْرِئٍ مَانَوى Maksudnya : “ Sungguhnya segala amal itu disertakan dengan niat, dan sungguhnya balasan yang diberi Allah kepada seorang itu adalah menurut niat hatinya  ”. Dan berkata Imam ibnu Athaillah السكندري Rahimahullah : الْاَعْمَالُ صُوَرٌقَائِمَةٌ وَرُوْحُهَاوُجُوْدُالاخلَاصِ فِيْهَا “ Segala pekerjaan itu lukisan patung, dan nyawanya ialah niat ikhlas ”. Adapun arti ikhlas ialah mengerjakan sesuatu karena Allah. Dan kalau dikerjakan sesuatu sebab harap pujian dari manusia disebut ria. Dan dilarang beramal dengan ria dan tak akan diberi Allah pahala. Maka dalam engkau menuntut ilmu, tujukanlah dalam hatimu bahwasanya engkau belajar itu adalah karena menjunjung perintah Allah dan Rasul-Nya, dan agar kejahilan hilang dari padamu karena jahil dalam ilmu agama adalah jalan kecelakaan. Demikian pula kalau engkau telah berilmu untuk mengajari orang lain pula sebab menunjuki seseorang kep...

Bait Naat Nabi

نَعَـــتْ نَــبِيْ لَــمْ يـَحــْـتَلِـمْ قَـطُّ طَـهَ مُــطْلَــقًا أَبَــدًا Nabi han tom Neumeulumpoe malam uroe selama - lama وَمَـا تَـثَـائَبَ أَصْــلًافِى مَــدَى الزَّمَـانِ Meuseumeungep Nabi pih tan nibak jameun sipanjang masa مِـــنْهُ الدَّوَابُ فَـلَمْ تَهْرُبْ وَمَا وَقَـعَـتْ Binatang kleut han tom jiplueng dimeutemeng ngen Saidina ذُبَــابَــةُ أَبَـدًا فِـى جِــسْــمِـهِ الْحَــسَــنِ Lalat nyamok pih han tom roh nibak tuboh yang mulia بِــــخَـــلْــفِـهِ كَــأَمَــامِ رُؤْيَـــةٌ ثَــبَـتَـتْ Keu ngon likot deuh Neukalen hana teusom bak Saidina وَلَا يُــرَى أَثْــرُ بَـوْلٍ مــِنْـهُ فِـى عَـلَـنِ Neutoh iek ek bekasan tan wajeb taulan tapeucaya وَقَـلْـبُـهُ لَـمْ يَـنَـمْ وَالْـعَـيْـنُ قَـدْ نَـعَـسَـتْ Hate Nabi hantom teunget nyang na teupet dua mata وَلَا يُـرَى ظِـلُّـهُ فِى الشَّـمْشِ ذُوْا فَـطَـنِ Watee Neujak dalam uroe hireun laloe ta kalen rupa كَــتْـفَـاهُ قَـدْ عَــلَـتَـا قَــوْمًـا إِذَا جَـلَـسُـوْا Watee Neudu...