Langsung ke konten utama

Amalan Bulan Rajab


Istiqfar Bulan Rajab

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dibaca pagi dan sore  70 kali dengan mengangkat kedua tangan :

اللهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ
Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku, dan terimalah tobatku

Tasbih Bulan Rajab

Mulai tanggal 1 sampai 10 Rajab membaca tasbih berikut 100 kali setiap hari :

سُبْحَانَ اللهِ الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ
Maha suci Allah Yang Maha Hidup lagi Maha Mengurus hamba-Nya

Mulai tanggal 11 sampai 20 Rajab membaca tasbih berikut 100 kali setiap hari :

سُبْحَانَ اللهِ الْاَحَدِالصَّمَدِ
Maha suci Allah Yang Maha Esa dan Zat tempat meminta

Dan mulai tanggal 21 sampai 30 Rajab membaca tasbih berikut 100 kali setiap hari :

سُبْحَانَ اللهِ الرَّؤُوْفِ

Maha suci Allah Yang Maha Belas Kasih

Sumber : Terjemah Senjata Mukmin & Tulisan Remaja Mesjid Cunda Lhokseumawe

Postingan populer dari blog ini

Imam Junaid Al-Baghdadi

Junaid Al-Baghdadi, Ulama Sufi Yang Bertasauf Mengikuti Sunnah  Junaid Al-Baghdadi adalah seorang ulama sufi dan wali Allah yang paling menonjol namanya di kalangan ahli-ahli sufi. Tahun kelahiran Imam Junaid tidak dapat dipastikan. Tidak banyak dapat ditemui tahun kelahiran beliau pada biografi lainnya. Beliau adalah orang yang terawal menyusun dan memperbahaskan tentang ilmu tasauf dengan ijtihadnya. Banyak kitab-kitab yang menerangkan tentang ilmu tasauf berdasarkan kepada ijtihad Imam Junaid Al-Baghdadi. Imam Junaid adalah seorang ahli perniagaan yang berjaya. Beliau memiliki sebuah gedung perniagaan di kota Baghdad yang ramai pelanggannya. Sebagai seorang guru sufi, beliau tidaklah disibukkan dengan menguruskan perniagaannya sebagaimana sesetengah peniaga lain yang kaya raya di Baghdad. Waktu perniagaannya sering disingkatkan seketika kerana lebih mengutamakan pengajian anak-anak muridnya yang dahagakan ilmu pengetahuan. Apa yang mengkagumkan ialah Imam Junaid akan m...

Gara-gara Roti, Seorang Raja Menjadi Sufi

Kisah pertobatan Raja Balkh (Iran) Abu Ishaq Ibrahim bin Adham berawal dari keinginannya untuk berburu. Bersama kuda kesayangannya, Ibrahim menuju hutan dengan penuh gairah. Keadaan berlangsung normal hingga ketenangannya diusik oleh seekor gagak. Ibrahim sesungguhnya hanya ingin istirahat sejenak. Melepas lelah perjalanan sembari memakan roti. Sialnya, Ibrahim tak sempat mencicipi sedikit pun bekal bawaannya itu. Seekor gagak datang tiba-tiba menyambar roti, lalu membawanya terbang ke udara. Ibrahim yang kaget bercampur kagum itu memutuskan untuk mengikuti ke mana gagak pergi. Si burung hitam meluncur cepat ke arah gunung, hingga Raja Balkh nyaris saja tak menemukannya lagi. Tapi tekad Ibrahim bin Adham untuk menaklukkan segala rintangan gunung membuatnya tak kehilangan jejak. Tapi gagak tetaplah gagak. Jerih payah sang raja untuk mendekatinya mendapat penolakan. Sekali lagi, gagak mengudara, kabur menghilang entah ke mana. Di saat bersamaan, Ibrahim bin Adham men...