Langsung ke konten utama

Kebaikan Seorang Khalifah untuk Mengurus Rakyatnya

Di sebuah rumah kecil, hidup seorang nenek buta yang memiliki seekor kambing, sebuah ember dan tikar yang sudah usang. Melihat keadaanya yang sangat menyedihkan, Umar bin Khattab berjanji kepadanya untuk datang setiap saat membantu membersihkan rumahnya, memeras susu kambing dan membawa makanan baginya.
Satu hari sebagaimana biasa ia datang ke rumah nenek buta itu, tapi hari itu sangat berbeda dengan hari hari yang lain, ia mendapatkan rumahnya sudah rapi, bersih, susu kambing sudah diperas dan makanan sudah tersedia. Beliau sangat heran siapa gerangan yang datang kerumah nenek itu?.
Hari berikutnya ia datang lagi ke rumahnya. Begitu pula ia dapatkan rumahnya sudah rapi, bersih, susu kambing sudah diperas dan makanan sudah tersedia. Timbul penasaran di hati Umar ra ingin cari tahu siapa gerangan yang datang membantu nenek tua tadi.
Hari berikutnya ia datang ke rumah nenek buta pagi pagi sekali. Hari itu berbeda dengan hari biasanya, ia tidak masuk ke rumahnya, tetapi ia duduk di luar rumah menunggu siapa gerangan yang datang ke rumahnya setiap hari. Tiba tiba seorang datang mengetuk pintu rumah nenek buta itu dan masuk ke dalam rumah. Ia adalah Abu Bakar Shiddik ra. Pada saat itu ia menjabat sebagi khalifah.
Setelah Umar ra mengetahui kejadian itu, Ia kembali pulang dan di hati beliau tersimpan kesan indah dan pujian terhadap perbuatan dan kemurahan hati khalifah Abu Bakar ra yang selalu mendahuluinya dalam segala kebaikan.
Wallahua’lam

Sumber : https://www.facebook.com/pages/Cerita-Para-Wali/334009626713647?fref=nf

Postingan populer dari blog ini

Niat Belajar

Sabda Rasulullah SAW : اِنَّمَاالْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَاِنَّمَالِكُلِّ امْرِئٍ مَانَوى Maksudnya : “ Sungguhnya segala amal itu disertakan dengan niat, dan sungguhnya balasan yang diberi Allah kepada seorang itu adalah menurut niat hatinya  ”. Dan berkata Imam ibnu Athaillah السكندري Rahimahullah : الْاَعْمَالُ صُوَرٌقَائِمَةٌ وَرُوْحُهَاوُجُوْدُالاخلَاصِ فِيْهَا “ Segala pekerjaan itu lukisan patung, dan nyawanya ialah niat ikhlas ”. Adapun arti ikhlas ialah mengerjakan sesuatu karena Allah. Dan kalau dikerjakan sesuatu sebab harap pujian dari manusia disebut ria. Dan dilarang beramal dengan ria dan tak akan diberi Allah pahala. Maka dalam engkau menuntut ilmu, tujukanlah dalam hatimu bahwasanya engkau belajar itu adalah karena menjunjung perintah Allah dan Rasul-Nya, dan agar kejahilan hilang dari padamu karena jahil dalam ilmu agama adalah jalan kecelakaan. Demikian pula kalau engkau telah berilmu untuk mengajari orang lain pula sebab menunjuki seseorang kep...

Bait Naat Nabi

نَعَـــتْ نَــبِيْ لَــمْ يـَحــْـتَلِـمْ قَـطُّ طَـهَ مُــطْلَــقًا أَبَــدًا Nabi han tom Neumeulumpoe malam uroe selama - lama وَمَـا تَـثَـائَبَ أَصْــلًافِى مَــدَى الزَّمَـانِ Meuseumeungep Nabi pih tan nibak jameun sipanjang masa مِـــنْهُ الدَّوَابُ فَـلَمْ تَهْرُبْ وَمَا وَقَـعَـتْ Binatang kleut han tom jiplueng dimeutemeng ngen Saidina ذُبَــابَــةُ أَبَـدًا فِـى جِــسْــمِـهِ الْحَــسَــنِ Lalat nyamok pih han tom roh nibak tuboh yang mulia بِــــخَـــلْــفِـهِ كَــأَمَــامِ رُؤْيَـــةٌ ثَــبَـتَـتْ Keu ngon likot deuh Neukalen hana teusom bak Saidina وَلَا يُــرَى أَثْــرُ بَـوْلٍ مــِنْـهُ فِـى عَـلَـنِ Neutoh iek ek bekasan tan wajeb taulan tapeucaya وَقَـلْـبُـهُ لَـمْ يَـنَـمْ وَالْـعَـيْـنُ قَـدْ نَـعَـسَـتْ Hate Nabi hantom teunget nyang na teupet dua mata وَلَا يُـرَى ظِـلُّـهُ فِى الشَّـمْشِ ذُوْا فَـطَـنِ Watee Neujak dalam uroe hireun laloe ta kalen rupa كَــتْـفَـاهُ قَـدْ عَــلَـتَـا قَــوْمًـا إِذَا جَـلَـسُـوْا Watee Neudu...