Langsung ke konten utama

Postingan

Sedikit Konsep Pidato Saya Dalam Mengikuti Ujian di Dayah

Beberapa hari lagi kita akan memasuki 1 Muharram yaitu tahun baru dalam islam, maka dengan memasuki 1 Muharram atau tahun baru umur kita pun akan bertambah pada adat sedangkan pada hakikat umur kita akan berkurang. Alangkah baiknya bila kita melakukan hijrah yang maksudnya yaitu mengerjakan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Tetapi bila kita melakukan perintah-Nya saja sedangkan larangan-Nya tetap kita lakukan maka tidak ada jaminan untuk mendapat ridha dari Allah. Untuk mencari ridha Allah tentu tidak mesti kita melakukan pekerjaan - perkerjaan yang wajib atau yang banyak pahalanya saja tetapi walaupun perbuatan itu sangat kecil itu harus dilakukan juga, umpamanya : kita melihat seekor semut yang sedang tenggelam dalam air kemudian kita tolong semut tersebut sehingga semut itu selamat, nah dengan apa yang kita lakukan terhadap semut tersebut kadang - kadang Allah ridha atas perbuatan yang kita lakukan tersebut. Maka kita tidak boleh meremehkan perbuatan yang...

Toleransi Hasan Bashri Bertetangga Nasrani

Kekaguman para sahabat dan murid-muridnya tak menggetarkan pribadi Hasan al-Bashri untuk tetap hidup penuh kesederhanaan. Di rumah susun yang tidak terlalu besar ia tinggal bersama istri tercinta. Di bagian atas adalah tempat tinggal seorang Nasrani. Kehidupan berumah tangga dan bertetangga mengalir tenang dan harmonis meski diliputi kekurangan menurut ukuran duniawi. Di dalam kamar Hasan al-Bashri selalu terlihat ember kecil penampung tetesan air dari atap kamarnya. Istrinya memang sengaja memasangnya atas permintaan Hasan al-Bashri agar tetesan tak meluber. Hasan al-Bashri rutin mengganti ember itu tiap kali penuh dan sesekali mengelap sisa percikan yang sempat membasahi ubin. Hasan al-Bashri tak pernah berniat memperbaiki atap itu. “Kita tak boleh mengusik tetangga,” dalihnya. Jika dirunut, atap kamar Hasan al-Bashri tak lain merupakan ubin kamar mandi seorang Nasrani, tetangganya. Karena ada kerusakan, air kencing dan kotoran merembes ke dalam kamar Sang Imam  tanp...

Kisah Hasan al-Bashri Melihat Orang Pacaran

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak. Kemudian Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan alangkah baiknya kalau dia seperti aku!” Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan. Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang.” Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu bertanya padanya. “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri,...

Gara-gara Roti, Seorang Raja Menjadi Sufi

Kisah pertobatan Raja Balkh (Iran) Abu Ishaq Ibrahim bin Adham berawal dari keinginannya untuk berburu. Bersama kuda kesayangannya, Ibrahim menuju hutan dengan penuh gairah. Keadaan berlangsung normal hingga ketenangannya diusik oleh seekor gagak. Ibrahim sesungguhnya hanya ingin istirahat sejenak. Melepas lelah perjalanan sembari memakan roti. Sialnya, Ibrahim tak sempat mencicipi sedikit pun bekal bawaannya itu. Seekor gagak datang tiba-tiba menyambar roti, lalu membawanya terbang ke udara. Ibrahim yang kaget bercampur kagum itu memutuskan untuk mengikuti ke mana gagak pergi. Si burung hitam meluncur cepat ke arah gunung, hingga Raja Balkh nyaris saja tak menemukannya lagi. Tapi tekad Ibrahim bin Adham untuk menaklukkan segala rintangan gunung membuatnya tak kehilangan jejak. Tapi gagak tetaplah gagak. Jerih payah sang raja untuk mendekatinya mendapat penolakan. Sekali lagi, gagak mengudara, kabur menghilang entah ke mana. Di saat bersamaan, Ibrahim bin Adham men...

Seputar Tentang Nuzul Al-Quran

Proses di turunkan al-quran Allah ta`ala memuliakan al-quran dengan membagi fase penurunan al-quran kepada tiga fase:[1] 1.      Di turunkan ke Lauh Mahfudh. Dalil bahwa Allah menurunkan al-quran ke Lauh Mahfudh adalah firman Allah dalam surat al-Buruj ayat 21-22: بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ . فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ Bahkan ia (yang mereka dustakan) itu ialah Al Quran yang mulia. Yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.(al-Buruj ayat 21-22) Al-quran berada di Lauh Mahfudh dengan cara dan dalam masa yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah dan makhluk yang Allah kehendaki untuk mengetahui perkara ghaibNya. Hikmah Allah tetapkan al-quran di Lauh Mahfudh kembali kepada hikmah di ciptakan Lauh Mahfudh itu sendiri yaitu sebagai satu bukti yang menunjuki kebesaran ilmu dan iradah Allah dimana seluruh kejadian yang telah berlalu dan yang akan terjadi telah tertulis di Lauh Mahfudh.  2.      Di turunkan ke Ba...

Seputar Lailatul Qadar (Kelebihan, waktu serta tanda-tandanya)

Salah satu topic pembicaraan yang hangat dalam bulan Ramadhan adalah lailatul qadar. Lailatul qadar adalah satu malam yang mulia yang Allah berikan khusus untuk umat Nabi Muhammad yang lebih dikenal dengan kelebihannya sebagai malam yang lebih baik dari seribu malam. Dinamakan lailatul qadar karena Allah ta`ala pada malam tersebut Allah mendhahirkan semua kadar segala sesuatu yang telah ada dalam azali, baik kadar rizki seseorang, kadar ajal, sakit, bala, musibah, hujan, angin dll hingga tahun depan dan diserahkan kepara empat pemimpin malaikat; Jibril, Mikail, Israfil, dan `izrail (1). Ini adalah pendapat pendapat Ibnu `Abbas yang dipilih mayoritas ulama. (2) Pada lailatul qadar Allah turunkan al-Quran pada malam ini secara menyeluruh ke satu tempat di langit yang disebut dengan Baitul `Izzah kemudian baru diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad berdasarkan kejadian di bumi.(3) Kelebihan lailatul qadar Ada tiga hal yang menjadikan lailatul qa...

Fiqih Puasa ( Syarat, Rukun, yang Membatalkannya dan Sunat- Sunatnya )

Puasa Ramadhan merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim, persiapan apa yang telah kita siapkan. Layaknya sebuah ibadah, kita harus mengetahui secara mendalam hal-hal yang bersangkut paut dengan amalan puasa, sehingga kita mampu menjalankan amalan sebagaimana diperintahkan oleh Allah dan amalan kita akan diterima oleh Allah. Maka kajian yang dibahas disini merujuk kepada kitab Mu`tabarah dalam Mazhab Syafii seperti Hasyiah I`anatuth Thalibin.  Pengertian puasa. Puasa dalam bahasa arabnya الصوم/ الصيام secara harfiah berarti menahan diri, sedangkan dalam term syara` berarti : امساك مخصوص عن شئ مخصوص في زمن مخصوص من شخص مخصوص “menahan diri dengan ketentuan tertentu dari beberapa hal tertentu dalam masa tertentu dari orang tertentu”. Dalil puasa Ramadhan. Ayat al-quran: 1. Surat al-Baqarah ayat 183 - 185 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.أَيَّامًا مَعْ...